Pendahuluan
Seiring
berkembangnya teknologi yang semakin pesat, persaingan bisnis pun
semakin ketat. Banyak para pelaku bisnis yang tersingkirkan dari usaha –
usaha yang telah digelutinya sekian lama. Banyak sekali ragam penyebab
terjadinya persaingan tersebut. Mulai dari manajemennya yang kurang
baik, teknologi yang kurang inovatif, sumber daya manusia yang kurang
bermutu dan lain sebagainya yang kurang memadai dalam menunjang kemajuan
bisnis. Hal ini membuat para pelaku bisnis berfikir dua kali untuk mencari
peluang usaha baru, yang bisa diandalkan. Dari kejadian tersebut banyak
sekali yang harus dipertimbangkan dalam memulai sebuah usaha baru. Hal
utama yang harus dipertimbangkan dalam memulai sebuah usaha adalah
pengelolaan usaha dari segi keuangannya, produksi, pemasaran, dan sumber
daya manusianya. Kemudian setelah itu penerapan konsep manajemen usaha
tersebut. Karena fungsi dari manajemen itu sendiri membuat para
pengusaha dapat mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang
menjadi pembantunya. Sehingga usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Apapun
usaha baru yang akan dibuat, dalam penerapannya ketika dikelola dengan
sebuah konsep manjemen yang baik maka hasilnya pun akan mempunyai arah
dan tujuan. Sebab konsep manajemen itu sendiri sangat fleksibel, karena
dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan kondisi yang sedang
dihadapi. Maka dari itu penulis mencoba untuk memberikan sebuah contoh
sederhana, penerapan ilmu manajemen dalam sebuah tindakan nyata.
Walaupun banyak sekali usaha – usaha yang sedang
gencar – gencarnya digeluti oleh para pelaku bisnis, mulai usaha kecil –
kecilan sampai usaha dengan modal yang sangat besar. Maka penulis
mengambil contoh penerapan manajemen dalam memulai sebuah usaha
fotocopy. Karena penulis melihat usaha fotocopy akhir – akhir ini
mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari jumlahnya yang
bertambah sampai ragam usahanya yang dikembangkan menjadi TOSERBA (Toko
serba ada) yang penggunaan mesin fotocopy disana hanya sebagai pelengkap
saja.
Pengelolaan dasar usaha fotocopy
Usaha
fotocopy yang banyak ditemui disekitar kita, sangatlah beraneka ragam
sehingga membuat para pengelola harus berfikir panjang untuk menyiasati
konsep pengelolaan yang baik. Dilihat dari segi pengelolaannya, maka
terdapat 4 hal utama yang harus disiasati pengelolaannya:
- Keuangan
Dalam
hal ini keuangan memegang peranan penting dalam memulai sebuah usaha,
karena usaha apapun yang akan dijalankan tanpa modal takkan pernah
terwujud. Tapi hal yang lebih penting lagi adalah pengelolaan keuangan
yang baik. Pengelolaan keuangan yang baik, sangatlah penting untuk
mencapai keuntungan atau laba yang diharapkan. Pada dasarnya kondisi
keuangan yang baik adalah, dimana pendapatan lebih besar dari pada
pengeluaran. Karena jika pendapatan lebih kecil dari pengeluaran maka
yang terjadi adalah rugi. Dan yang kedua adalah menyiasati pengeluaran –
pengeluaran yang tak terduga serperti halnya mesin fotocopy rusak tiba –
tiba sehingga memerlukan perbaikan dengan dana yang lumayan jika harus
diperbaiki ditempat servis, untuk menyiasatinya perlu diperhatikan
kondisi mesin fotocopy dan tidak lupa untuk menyediakan peralatan –
peralatan sparepart mesin fotocopy yang berguna untuk perbaikan.
- Produksi
Proses
produksi dalam sebuah usaha mempunyai peranan sebagai penghasil
keuntungan. Karena hasil dari sebuah produksi merupakan produk yang akan
dijual untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu berupa pendapatan.
Proses produksi yang baik menghasilkan produk yang baik pula. Sehingga
konsumen merasa terpuaskan dan dapat menarik kembali minat konsumen
untuk menggunakannya lagi. Terlebih lagi dalam sebuah usaha fotocopy.
Jika kita memberikan hasil produksi yang baik serta bahan – bahan
seperti kertas yang berkualitas maka konsumen pun akan terpuaskan dan
akan kembali atau dengan kata lain menjadi pelanggan tetap. Serta tidak
lupa hal yang paling penting untuk disiasati adalah menjaga kehematan
proses produksi, misalnya seperti mematikan mesin
fotocopy bila tidak digunakan, menghemat pemakaian kertas, mengatur
warna kejelasan dari pencetakan untuk menghemat pengeluaran tinta mesin
fotocopy dan lain sebagainya. Dan tidak lupa menyiasati kelancaran
proses produksi agar tidak mengecewakan para konsumen.
- Pemasaran
Pemasaran
atau promosi merupakan hal yang unik. Karena proses promosi ini
bertujuan untuk menarik minat konsumen agar memakai atau menggunakan
barang dan jasa kita. Sehingga dalam proses perjalanannya harus melalui
pendekatan – pendekatan dua arah antara produsen dengan konsumen.
Artinya antara produsen dan konsumen harus saling mengenal. Inilah
konsep manajemen pemasaran yang baik untuk diterapkan dalam sebuah usaha
fotocopy. Walaupun proses promosi atau pemasaran dalam usaha fotocopy
dirasa kurang penting. Tapi dalam sebuah penerapan konsep manajemen yang
baik, pemasaran sangatlah penting untuk mengenalkan produk kita kepada
konsumen. Karena ada pepatah mengatakan Tak kenal maka tak sayang, jika
produk kita tidak dikenal maka sulit sekali untuk konsumen akan memakai
produk kita. Proses promosi yang mungkin dilakukan dalam sebuah usaha
fotocopy seperti mengatur letak posisi barang – barang yang dijual dalam
sebuah etalase agar lebih terlihat dengan jelas oleh konsumen,
permainan harga diskon jika melalukan banyak pembelian, penempatan
kertas harga – harga barang dan jasa agar konsumen dapat membandingkan
harga tempat fotocopy kita dengan yang lain, memberikan cinderamata
seperti plastik, sticker, bon dan lain – lain yang bertuliskan nama
tempat fotocopy agar mereka selalu ingat dengan tempat fotocopy kita dan
lain sebagainya. Yang pasti proses promosi yang akan dilakukan
mengundang minat konsumen tertarik untuk mengunjungi tempat fotocopy
tersebut.
- Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber
daya manusia atau SDM mempunyai peranan dalam mengatur semua
pengelolaan yang terjadi didalam sebuah usaha. Dalam prakteknya SDM
merupakan kunci utama bagi tercapainya suatu tujuan. SDM yang baik
adalah yang berkualitas. Kualitas yang ada pada diri SDM sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dapat dilihat dari lingkungan,
teman maupun keturunan. Maka penting bagi para pengusaha memilih dengan
hati – hati SDM – SDM nya, agar memperoleh keselarasan antara harapan
produsen dengan konsumen. Karena jika kita melihat dalam praktek usaha
fotocopy, pengaruh SDM dalam proses menarik perhatian konsumen sangat
dilihat dari segi pelayanannya. Jika pelayanan yang diberikan ramah dan
sopan maka konsumen pun akan merasa terpuaskan, sehingga mereka tidak
segan – segan untuk kembali lagi. Untuk sebuah usaha fotocopy, SDM yang
diperlukan tidak kurang tidak lebih harus mempunyai kepribadian yang
baik serta fisik yang baik pula. Karena dalam memberikan pelayanan para
pegawai tersebut harus terlihat rapi, bersih, ramah dan sopan. Sehingga
menimbulkan kenyamanan antara konsumen dengan pegawai, baik dalam proses
transaksi maupun produksi.
Penerapan fungsi – fungsi manajemen dalam usaha fotocopy
Fungsi
Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang
mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak sekali ahli yang
mengemukakan tentang fungsi manajemen ini. Berikut uraian singkat tentang fungsi manajemen yang paling banyak digunakan :
- Perencanaan ( Planning )
Perencanaan
(Planning) ialah fungsi manajemen yang harus bisa menjawab rumus SWIH.
(WHAT) apa yang akan dilakukan, (WHY) mengapa harus melakukan, (WHEN)
kapan melakukan, (WHERE) dimana melakukan, (WHO) siapa yang melakukan,
(HOW) bagaimana cara melakukan. Perencanaan program kerja, termasuk
perencanaan anggaran, bukan merupakan hal yang baru dalam memulai sebuah
usaha fotocopy, baik perencanaan jangka pendek maupun perencanaan
jangka panjang. Namun, perencanaan perlu dilakukan untuk perencanaan
strategis, yaitu perencanaan menentukan hidup mati dan berkembang
tidaknya suatu usaha.
- Pengorganisasian ( Organizing )
Fungsi
pengorganisasian termasuk fungsi pengisian staf yang sesuai untuk
setiap tugas atau kedudukan. Pengisian staf atau karyawan perlu
membedakan beberapa jenis karyawan, yang masing-masing mempunyai tugas
khas dan karakteristik sendiri-sendiri. Ada sekurang – kurangnya empat
jenis karyawan yang mempunyai tugas berbeda, adalah sebagai berikut:
- Karyawan
supervisor adalah karyawan yang mengatur semua kegiatan dan bertanggung
jawab atas semua hal yang terjadi dalam usaha fotocopy tersebut.
- Karyawan produksi adalah para pegawai yang melakukan proses fotocopy.
- Karyawan maintenance adalah para pegawai yang bertugas memperbaiki dan memeriksa peralatan teknis.
- Karyawan pramuniaga adalah para pegawai yang
melayani proses jual beli dan pengambilan barang – barang yang ingin
dibeli konsumen serta menjaga kebersihan tempat usaha.
Fungsi
tugas pengorganisasian dan staf termasuk perencanaan, rekrutmen,
seleksi, pelatihan, pengembangan karir, pembuatan rincian tugas (job
description) dan kebutuhan tugas (job requirement), penetapan otorisasi,
menentukan organigram, menentukan hubungan lini dan hubungan staf,
menentukan rentang kendali (span of control), membuat penilaian tugas
dan jenjang tugas (job evaluation dan job establishment), merencanakan
kaderisasi dan sebagainya.
- Penggerakan ( Actuating )
Fungsi
tugas penggerakan (actuating) adalah tugas menggerakkan seluruh manusia
yang bekerja didalam sebuah usaha fotocopy, agar masing-masing bekerja
sesuai dengan yang telah ditugaskan dengan semangat dan kemampuan
maksimal. Ini merupakan tantangan yang sangat besar bagi fungsi
manajemen karena menyangkut manusia, yang mempunyai keyakinan, harapan,
sifat, tingkat laku, emosi, kepuasan, pengembangan, dan akal budi serta
menyangkut hubungan antar pribadi. Oleh karena itu, banyak yang
mengatakan bahwa fungsi penggerakan adalah fungsi yang paling penting
serta paling sulit dalam keseluruhan fungsi manajemen. Fungsi
penggerakan berada pada semua tingkat, lokasi, dan bagian dalam bidang
usaha fotocopy. Kemudian, fungsi penggerakan meliputi memberikan
motivasi, memimpin, menggerakkan, mengevaluasi kinerja individu,
memberikan imbal jasa dan sebagainya. Fungsi penggerakan kadang-kadang
diganti dengan istilah lain, misalnya fungsi kepemimpinan (leading).
Parameter pengukuran atau suatu alat yang seringkali digunakan untuk
membantu memahami kebutuhan manusia adalah hierarki kebutuhan yang
dikembangkan oleh AH Maslow. Hierarki mengenai lima tingkat
(kadang-kadang dibagi menjadi enam) yakni kebutuhan dasar manusia, dari
yang paling rendah sampai yang paling tinggi, sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisiologis (physiological need)
Lapar dan haus adalah kebutuhan yang paling dasar bagi manusia dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum semua kebutuhan lainnya dipenuhi.
b. Kebutuhan keamanan (safety need)
Keamanan adalah tingkat kebutuhan kedua, yaitu berupa pakaian, tempat perlindungan atau rumah tempat tinggal, dan lingkungan yang menjamin keamanan seperti pekerjaan tetap, pensiun dan asuransi.
c. Kebutuhan afeksi (affection need)
Termasuk dalam kebutuhan tingkat tiga adalah pengakuan termasuk dalam lingkungan tertentu, bukan hanya lingkungan keluarga, tetapi juga lungkungan social lainnya, seperti tempat kerja.
Lapar dan haus adalah kebutuhan yang paling dasar bagi manusia dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum semua kebutuhan lainnya dipenuhi.
b. Kebutuhan keamanan (safety need)
Keamanan adalah tingkat kebutuhan kedua, yaitu berupa pakaian, tempat perlindungan atau rumah tempat tinggal, dan lingkungan yang menjamin keamanan seperti pekerjaan tetap, pensiun dan asuransi.
c. Kebutuhan afeksi (affection need)
Termasuk dalam kebutuhan tingkat tiga adalah pengakuan termasuk dalam lingkungan tertentu, bukan hanya lingkungan keluarga, tetapi juga lungkungan social lainnya, seperti tempat kerja.
d. Kebutuhan penghargaan (esteem need)
Kebutuhan penghargaan berbentuk kebutuhan penghargaan diri, rasa keberhasilan, dan pengakuan dari orang lain. Kebutuhan akan status merupakan dorongan utama untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut.
e. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization need)
Tingkat tertinggi kebutuhan manusia adalah rasa pemenuhan diri, yaitu sumbangan optimalnya pada sesama manusia, suatu realisasi penuh atas potensi diri manusia.
Kebutuhan penghargaan berbentuk kebutuhan penghargaan diri, rasa keberhasilan, dan pengakuan dari orang lain. Kebutuhan akan status merupakan dorongan utama untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut.
e. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization need)
Tingkat tertinggi kebutuhan manusia adalah rasa pemenuhan diri, yaitu sumbangan optimalnya pada sesama manusia, suatu realisasi penuh atas potensi diri manusia.
- Pengawasan ( Controlling )
Pengawasan
adalah fungsi terakhir manajemen, namun bukan berarti yang paling
kurang penting. Pengawasan adalah pengamatan dan pengukuran, apakah
pelaksanaan dan hasil kerja sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak.
Kalau tidak, apa kendalanya dan bagaimana menghilangkan kendala agar
hasil kerja dapat sesuai dengan yang diharapkan. Fungsi pengawasan tidak
harus dilakukan hanya setiap akhir tahun anggaran, tetapi justru harus
secara berkala dalam waktu yang lebih pendek, misalnya setiap bulan,
sehingga perbaikan yang perlu dilakukan tidak terlambat dilaksanakan.
Kesimpulan dan Saran
Inti
dari pembahasan ini adalah, apapun usahanya besar ataupun kecil dalam
penerapannya diusahakan menggunakan konsep manjemen yang baik. Karena
dengan konsep manjemen yang baik, dapat menyesuaikan diri dari berbagai
situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Serta mempunyai arah dan
tujuan yang ingin dicapai dari usaha tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
1. Manullang, M, Dasar – dasar manajemen, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983.
2. Mohammad Abdul Mukhyi, Pengantar manajemen umum, Penerbit Gunadarma, Depok, 1995.
7. http://www.itb.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar